Pendidikan Agama Islam

1. Konsep Ketuhanan Dalam Islam

Agama : Kepercayaan terhadap satu atau beberapa benda (nyata/gaib) yang diyakini mempunyai kekuatan mengatur manusia dan alam sekitarnya (kamus istilah agam islam : hal 25)

Agama islam : agama dari Allah yang disampaikan melalui jibril kepada Muhammad saw yang berisi aqidah, syari’ah dan ibadah untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat

Agama dilihat dari cara munculnya :
  • Agama Samawi adalah Agama Tauhid dari Allah swt, contoh : yahudi, nasrani (sebelum terjadi penyimpangan aqidah), Islam (agama yg datang dari Alah disampaikan melalui jibril kepada Rasul yang berisi aqidah, syari’ah dan ibadah untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat)
  • Agama ardli adalah agama ciptaan pemikiran manusia. (politheisme, animisme, dinamisme, atheisme dll)
Kesimpulan
  • Agama samawi bertujuan memurnikan aqidah dan penyembahan kepada Allah swt saja
  • Agama ardli cenderung membawa manusia kedalam kemusyrikan

2. Sumber Hukum Islam (Al-Qur’an)

Al-Qur'an menurut bahasa = Bacaan

Al-Qur'an menurut definisi = firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat ibril yang mengandung aqidah, syariah dan ibadah sebagai petunjuk hidup bagi manusia di dunia dan bagi yang membacanya mendapat pahala (Studi ilmu-ilmu Al-Qur’an : hal 17)

Cara diturunkannya Al-Qur’an
  • Diturunkan sekaligus dari lauhul mahfudz ke baitul izzah pada malam qodar (sebuah tempat di lapisan-lapisan langit). Kaum jin diwajibkan pula taat pada Al-Qur’an (al ahqoof : 29)
  • Dari baitul izzah ke bumi secara berangsur-angsur
Hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara bertahap:
1. Menguatkan dan meneguhkan hati rasul (al kahfi : 6)
2. Tantangan dan mukjizat (al furqon : 33, Hud : 13)
3. Memudahkan hafalan dan pemahaman (al jumu’ah : 2)
4. Disesuaikan dengan situasi dan kondisi
5. Bukti bahwa Al-Qur’an benar-benar firman Allah (Huud : 1)

3. Sumber Hukum Islam (Hadis)

Hadis dan sunnah
Hadis menurut bahasa : baru atau kabar

Hadis menurut definisi : catatan tentang segala ucapan, perbuatan dan ketetapan rasulullah Oleh karena hadis berupa catatan, maka tidak menutup kemungkinan catatan itu salah, kurang, ditambah-tambah atau dipalsukan. Hadis harus dianalisa lebih lanjut.

Sunnah menurut bahasa : kebiasaan
Sunnah menurut definisi : segala ucapan, perbuatan dan ketetapan rasulullah saw

Kedudukan sunnah
  • Sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an
  • Sebagai tafsir Al-Qur'an

4. Pemahaman Madzhab

  • Hanafi (Abu hanifah an nukman bin tsabit bin zufi at tamimi). Lahir di Kuffah (Irak) tahun 80 – 150 H / 99 – 767 M. mempunyai pertailan darah dengan ali bin abi thalib.
  • Maliki (Malik bi anas). Lahir di medinah tahun 93 – 179 / 712 – 795 M.
  • Syafi’I (muhammad bin idris asy syafi’I al quraisyi) lahir di ghazzah tahun 150 – 204 H / 769 – 820 M.
  • Hambali (abu abdullah ahmad bin muhammad bin hambal bin hilal asy syaibani). Lahir di baghdad 164 – 241 H / 780 – 855 M.
Kesimpulan
  • Ahli hadis lebih mendekati kebenaran daripada ahli fiqih, karena ahli hadis sangat hati-hati
  • Adanya kewajiban bagi setiap muslim untuk mempelajari ilmu hadis dan berbagai macam kaidahnya
  • Lemahnya motivasi umat islam dalam mengkaji berbagai macam fatwa yang dikemukakan oleh imam madzhabnya sendiri
  • Terjadinya kesalahan kolektif pada umat yang justru disebabkan oleh ketidakfahaman mereka akan hadis yang dijadikan hujah dalam mengemukakan argumen yang tidak sepatutnya digunakan.
  • Kesalahan yang paling ironis adalah hujah yang digunakan oleh para muqollid justru sangat bertentangan dengan firman-firman Allah yang dengan tegas melarang umat untuk berselisih, bercerai-berai, membanggakan golongannya

5. Ekonomi dan Kebudayaan Dalam Islam

Ciri-ciri Ekonomi Islam
  • Aqidah sebagai substansi (inti) yang menggerakkan dan mengarahkan kegiatan ekonomi.
  • Syari’ah sebagai batasan-batasan untuk memformulasi keputusan ekonomi.
  • Akhlaq berfungsi sebagai parameter dalam proses optimalisasi kegiatan ekonomi.
Tujuan Ekonomi Islam (duniawi & ukhrawi)
Yang dimaksud tujuan duniawi adalah bahwa kegiatan ekonomi sebagai upaya mempertahankan hidup, menfasilitasi ibadah pribadi, ibadah sosial, meningkatakan peradaban dan membekali keturunan agar mempunyai keberdayaan / kejayaan yang lebih baik.

Dasar-Dasar Ekonomi Islam
  • Dalam sistem Islam, pelaku ekonomi harus mengimplementasikan fungsi kekhalifahan dan ibadah karena mengacu kepada Q.S : Al-Baqarah (2):30 dan Adz-Dzariat (51):56
  • Karena efektifitas fungsi kekhalifahan, maka perilaku ekonomi individu dalam Islam harus senantiasa menghormati kepentingan ekonomi agregat (ekonomi makro).
  • Karena efektifitas fungsi ibadah, maka disiplin taqwa dalam perilaku ekonomi adalah pembeda bagi perilaku ekonomi konvensional. Yaitu individu pelaku ekonomi harus menghindari cara bisnis dan objek bisnis yang haram.
  • Dalam sistem Islam berlaku asas “Kepunyaan Allah atas apa yang ada di langit dan dibumi”. Q.S Ali Imran (3): 189 dan Al-Baqarah (2): 284 Artinya antara lain bahwa “economi opportunities” (peluang-peluang ekonomi) tidaklah menjadi klaim manusia hanya karena faktor sebagai penguasa, sebagai pemilik modal dan sebagai lainnya.
Konsep Kebudayaan Dalam Islam
Secara umum kebudayaan dapat dipahami sebagai hasil oleh akal, budi cipta rasa, karsa, dan karya manusia. Kebudayaan adalah hasil olah akal, budi cipta rasa, karsa dan karya manusia yang tidak lepas dari nilai-nilai ketuhanan. Hasil olah akal, budi, rasa dan karsa yang telah terseleksi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang universal berkembang menjadi sebuah peradaban.

6. Hukum Dan Demokrasi Dalam Islam

Hukum Islam adalah hukum yang ditetapkan oleh Allah swt melalui wahyu-Nya yang kini terdapat dalam al-Qur’an dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw sebagai rasulnya melalui sunnah beliau yang kini terhimpun dalam kitab-kitab hadits.

Kajian hukum islam:
  • Hukum-hukum ibadah (Rukun islam)
  • Hukum-hukum muamalah (bertetangga, bertamu, jual beli, menikah, dll)
Adapun tujuan hukum Islam secara umum adalah:
  • Untuk mencegah kerusakan pada manusia dan mendatangkan kemaslahatan bagi mereka
  • Mengarahkan mereka kepada kebenaran untuk mencapai kebahagiaan hidup manusia di dunia ini dan di akhirat kelak, dengan jalan mengambil segala yang manfaat dan mencegah atau menolak yang madlarat yakni yang tidak berguna bagi hidup dan kehidupan manusia.
Kewajiban yang diperintahkan kepada umat manusia dapat dibagi ke dalam dua kategori yaitu:
  • Huququllah (hak-hak Allah)
  • Huququl ‘Ibad (hak-hak manusia)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url